Inilah Tips Agar Terhindar Pencurian Kartu SIM

Baru-baru ini wartawan senior, Ilham Bintang merasakan kerugian dampak kebobolan saldo tabungan bank dengan modus pencopetan kartu SIM Indosat. Pencurian kartu SIM tersebut dilaksanakan dengan teknik menukar kartu SIM (Swim Swap).

Meskipun melulu berwujud kartu kecil, nyatanya kartu SIM ketika ini memegang peran urgen sebagai kunci guna membobol sekian banyak  layanan digital, media sosial, sampai perbankan.

Dalam permasalahan Ilham Bintang, pelaku terlebih dahulu berupaya menemukan data perbankan korban dengan kiat phising, vhising (voice phising), dan smishing (SMS phising). Ketiganya sama-sama bertujuan mengelabui korban guna mendapatkan data-data pribadi.

Tips Agar Terhindar Pencurian Kartu SIM


Kemudian pelaku meminta petugas di gerai Indosat guna mengubah kartu SIM atas nama Ilham Bintang. Berdasarkan penuturan pihak Indosat, pelaku penukaran nomor menyatakan sebagai Ilham Bintang. Alhasil pelaku menghabiskan saldo di tabungan bank kepunyaan Ilham Bintang sebab pelaku diperkirakan mempunyai informasi kredensial Ilham.

Nah, supaya kalian tidak menjadi korban pencopetan kartu SIM dan berujung pembobolan tabungan seperti Ilham Bintang, inilah ini sejumlah tips supaya terhindar dari pencopetan kartu SIM:

1. Jangan umbar data pribadi


Jangan sembarangan memperlihatkan data-data pribadi, terutama yang sehubungan dengan data kredensial laksana nama lengkap, alamat, nomor ponsel, sampai nama ibu kandung.

Begitu pun data KTP, SIM, ijazah pun 'diharamkan' untuk diberikan di media sosial. Pasalnya sekian banyak  data ini dapat dimanfaatkan oleh penjahat untuk mengerjakan verifikasi untuk mengerjakan SIM Swap.

2. Segera lapor operator bila kartu SIM seketika tidak aktif


Begitu pelaku memungut alih nomor ponsel korban dengan SIM Swap, nomor ponsel korban tidak bakal lagi dapat membaca kartu SIM. Pasalnya kartu SIM yang aktif kini dipakai oleh pelaku.

Begitu pelaku memungut alih nomor kartu SIM, pelaku dapat mencegat kode one time password (OTP) yang dipakai sebagai otorisasi transaksi hingga dipakai untuk log in ke akun. Untuk tersebut ketika kartu SIM seketika tidak aktif segera laporkan ke pihak operator supaya ditindaklanjuti.

3. Pastikan nomor ponsel lama telah tak tersambung OTP perbankan


Bila mengubah nomor ponsel ke nomor baru, pastikan nomor lama telah tak tersambung dengan akun perbankan, media sosial dan isi kantong digital.

Karena setelah sejumlah waktu, operator akan memasarkan kembali nomor-nomor yang telah tidak aktif untuk pemakai lain. Praktik daur ulang (recycle) nomor ponsel ini ialah hal yang lumrah dilaksanakan operator. Sehingga akan hadir risiko penyalahgunaan email, akun media sosial, atau akun perbankan, yang terhubung dengan nomor ponsel tersebut.

4. Waspada kode USSD call forward


Disarankan waspada terhadap orang asing yang meminta anda memasukkan barisan kode USSD di ponsel. Pasalnya kode USSD dapat membuat telepon yang mestinya untukmu otomatis diteruskan (call forwarding) ke pelaku.

Begitu call forwarding didapatkan pelaku, ia dapat meminta kode OTP ke perusahaan pembuat software untuk masuk ke akun yang dibidik pelaku. Kasus ini menimpa Maia Estianty yang kehilangan sisa GoPay melewati metode kode USSD call forwarding (penerusan telepon).

5. Waspadai penelepon yang meminta data individu dengan iming-iming hadiah


Modus laksana ini pun sering terjadi di kalangan masyarakat. SMS atau telepon dari nomor tak dikenal yang mengaku bahwa dirinya mendapat hadiah. Kalian patut waspada andai diminta untuk melafalkan kode verifikasi atau kode rahasia OTP, sampai data pribadi, laksana nama lengkap, nomor KTP, nama ibu kandung, sampai alamat lengkap. Bukannya untung bisa hadiah justeru buntung yang didapat.

Itulah sejumlah tips supaya terhindar dari pencopetan kartu SIM, kalian dapat mengikutinya supaya tidak mendapat kerugian berupa pelajaran maupun non pelajaran nantinya.
Related Posts